BOLOS DALAM BEBERAPA PENDEKATAN PSIKOLOGI


Dalam rangka menyelesaikan suatu permasalahan psikologis, suatu permasalahan memang bisa dipandang dari berbagai pendekatan psikologis. Karena pada dasarnya setiap pendekatan psikologi memiliki konsep dasar, struktur kepribadian, pandangan tentang masalah, dan pandangan tentang cara menyelesaikan permasalahan yang berbeda-beda.

Artikel ini menyediakan permasalahan bolos sekolah ditinjau dari berbagai pendekatan psikologis.

  1. Bolos Sekolah

a. trait factor

Individu tidak memiliki keyakinan diri terhadap potensi di sekolah. Dia terus diselimuti oleh ketidakpahaman dia mengenai diri sendiri. Individu tidak memahami kenapa dia sekolah dan untuk apa. Konselor berperan untuk memhaman individu agar lebih mengenali dirinya dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya

b. Rational emotive

Individu mengalami permasalahan di sekolah yang ditanggapinya terlalu berlebihan sehingga menyebabkan pikirannya tidak rasional, yaitu dengan lari dari masalah dengan bolos adalah satu-satunya penyelesaian. Konselor berperan aktif untuk mengubah cara berpikir individu agar lebih rasional

c. Eclectic Counseling

Individu mengalami konflik emosional yang menyebabkan dirinya tidak nyaman di sekolah sehingga bolos menjadi gaya hidupnya. Untuk itu, dalam hal ini konselor berperan aktif untuk memandirikan siswa dan mencapai mental yang sehat

d. reciprocal influence

Individu mendapatkan pembelajaran yang salah yang diadopsi dari lingkungan. Bahwa bolos itu dianggap hal yang biasa. Untuk itu, konselor berperan aktif untuk membuat stimulus yang membentuk pola kebiasaan baru pada individu agar tidak bolos.

e. Behavioral counseling

Individu melakukan bolos karena ada rangsangan dari lingkungan sosial budaya tempat dia bergaul. Bolos dalam pandangan ini, sangat dikenadalikan oleh kondisi-kondisi lingkungan yang mendukung siswa untuk bolos dari sekolah

f. Freudyan analysis

individu merasa cemas terhadap sesuatu di sekolah yaitu tidak terpenuhinya kebutuhan id dan permintaan superego artinya terjadi konflik antara id dan super ego yang kemudian dia membentuk mekanisme pertahanan diri (self defence mechanism) yaitu dengan bolos atau tidak sekolah untuk mengurangi kecemasannya tersebut. Untuk itu, konselor berperan untuk memperbaiki kepribadian dan membangun kembali denga orientasi yang lebih baik.

g. Adlerian psychology

Individu mengalami perasaan yang merendahkan diri sendiri, maka timbulah perasaan inferior dengan bolos yag menjadi lifestyle. Konselor berperan aktif dalam merubah kesalahan gaya hidup serta menghadapi mekanisme superior.

h. Transacsional analysis

Individu mengalami berbagai konflik diri dengan lingkungan sekolah sehingga menyebabkan saya tidak OK-Kamu OK yaitu dengan cara menghindari konflik masalah tersebut dengan bolos. Dalam hal ini, konselor berperan aktif dalam menyelesaikan putusan masalah agar individu mampu membuat putusan baru dari putusan lampau.

i. Client Centered Counselling

Individu mengalami ketidak sesuaian gambaran ideal sekolah yang dia inginkan dengan pengalamannya sehingga cemas dan frustasi dengan sikap bolos dari sekolah. Untuk itu, konselor berperan sebagai aktif dalam memfasilitasi individu untuk mandiri yaitu bisa berupa pemberian motivasi untuk bisa lebih giat dan tidak frustasi.

j. Existentialism

Individu merasa keberadaannya di sekolah tidak berarti dan bermakna, maka dia mencari arti makna lain dengan lari dari sekolah (bolos) untuk itu, konselor berperan sebagai partner (rekan) yang bisa memberikan nasihat atau masukan agar individu merasakan dirinya bermakna dalam hidup atau di sekolahnya.

i. Gestalt

Individu terlalu memikirkan masa depan yang belum tentu datang yaitu merasa tidak akan berguna dengan sekolah jikalau masa depan nantipun hancur sehingga hal ini menimbulkan kecemasan dengan bolos yang diakbatkan dari kesenjangan waktu saat ini dan saat kemudian. Untuk itu, konselor harus bertahap memberikan bantuan dan memberikan kepercayaan bahwa individu sendiri yang mampu memperbaiki kecemasan tersebut.

 

 

 

 

Tentang fajarjuliansyah, CHt.

mahasiswa bimbingan dan konseling UPI yang punya minat khusus dalam psikoterapi kognitif.
Pos ini dipublikasikan di About Pshycology and Conseling. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s