Gimana sih biar bisa mengubah kendali eksternal menjadi kendali internal


Lagi-lagi kita akan menggunakan self-talk untuk mengubah kendali eksternal menjadi kendali internal. Yang perlu kita lakuin hanya mengubah, membiasakan dan meyakini pemberitahuan kendali internal pada diri kita sendiri. Ayo kita praktikkan. Saya akan coba praktikkan pada beberapa verbalisasi diri pada situasi “cinta” dan hubungan sosial.

Contoh: ketika Lia berpikir dia tidak didengarkan sebagai pacar Andi maka perasaan yang Lia rasakan adalah marah, introyeksi kendali eksternal yang tereksternalisasi mungkin adalah:

  1. Andi membuatku marah, Maka dari itu dispute yang berupa kendali internal yang perlu dieksternalisasikan adalah Saya marah karena hal-hal yang saya katakan kepada diriku sendiri mengenaimu atau Saya marah karena saya berpikir kamu harus selalu mendengarkan saya, bagaimanapun suasana hati kamu.
  2. Saya tidak dapat mengendalikan hal-hal yang saya rasakan, maka kendali internalnya adalah Saya dapat membuat diriku sendiri merasakan yang berbeda dengan cara mengubah pandangan saya tentang perilaku Andi.

Udah terpikir apa aja kendali eksternal yang akan dirubah menjadi kendali internal? Siapkan kalimat-kalimat disputenya, kalimat yang tidak menyalahkan tetapi kalimat yang mengandung unsur tanggung jawab, tidak berniat merubah situasi atau keadaan, tetapi merubah keyakinan kita. Kalo kalian merasa kesulitan untuk mengumpulkan kendali-kendali eksternal yang sampai sekarang belum dirubah menjadi kendali internal, kalian boleh menyediakan catatan harian tentang apa aja kendali eksternal yang kamu yakini ketika bersama kekasih kamu. Lalu tuliskan disampingnya dispute kendali internal, setelah terkumpul maka yakini keyakinan internal yang akan membantu kamu menjadi lebih bahagia. Gampang kan?

Tentang fajarjuliansyah, CHt.

mahasiswa bimbingan dan konseling UPI yang punya minat khusus dalam psikoterapi kognitif.
Pos ini dipublikasikan di View of Cinta. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s